Life

Haruskah Putus Saat Musim Liburan Tiba? Ini Jawabannya

Jalan hidup siapa yang tahu, termasuk putus saat mau liburan!

Tearing Photo Torn Apart Breakup Sadness Concept
688views

Sudah seharusnya waktu liburan itu jadi momen yang menyenangkan, penuh tawa, juga sukacita. Saatnya menikmati waktu bersama yang terkasih, atau menghabiskan waktu bareng keluarga. Berkunjung ke berbagai atraksi juga merupakan salah satu aktivitas wajib saat liburan.

Tapi sayangnya, semua momen indah yang dibayangkan kadang tak kunjung terjadi. Yang ada justru sebaliknya. Bagaimana jika kehidupan cinta justru makin menegang sebelum masa liburan tiba? Bisa-bisa momen indah yang direncanakan terganti dengan memori buruk liburan.

Bukannya stress yang hilang, yang ada malah tambah pelik urusan. Bisa jadi, musim liburan kali ini bukan waktu yang tepat untuk bersenang-senang. Yang lebih parah, musim liburan bisa berganti dengan musim perpisahan. Merujuk pada kondisi kehidupan cinta yang di ujung tanduk.

Jika pun masalah percintaan sudah makin pelik, lalu haruskah putus saat momen liburan tiba? Siapapun pasti tak ingin kembali dari masa liburan dengan status single. Bukan apa-apa, masalah status masih menjadi bahan lelucon favorit diantara teman sejawat. Dan kadang bisa memalukan.

Jika memang sudah tak bisa dikompromikan, tak ada yang salah jika berpikir untuk berpisah sebelum masa liburan tiba. Memang, itu bisa tampak menyeramkan karena akan menyandang status jomblo. Tapi tak ada yang bisa dilakukan jika memang sudah merasa tak saling butuh.

Tanya pada diri sendiri, apa yang sebaiknya dilakukan. Tanya pada pasangan, langkah apa yang harus diambil demi kenyamanan berdua. Juga, efek seperti apa yang akan muncul jika memutuskan untuk tetap bersama ataupun berpisah. Semua harus jelas lebih dulu.

Lebih cepat lebih baik daripada nanti

Tentu saja, ada banyak faktor yang harus dipikir sebelum membuat keputusan yang cukup besar ini. Karena, bisa saja keputusan ini berdampak di keseharian, kesehatan, dan yang paling penting pada psikologis. Jika sudah sebesar ini, baiknya urungkan liburan dan luangkan waktu untuk membahasnya.

Jika sudah bertanya pada diri sendiri dan pasangan, akan lebih baik jika segera mengambil keputusan. Entah itu berakhir dengan kata ‘putus’ atau tetap lanjut seperti biasa. Keputusan ini penting, mengingat musim liburan segera tiba. Siapapun pasti tak bisa menikmati liburan dengan status tak jelas.

Semisal hubungan tetap bisa dilanjut, maka tak ada masalah untuk menikmati liburan. Jika pun harus putus, maka musim liburan ini bisa jadi momen tepat untuk mencari pasangan yang lebih sehati, setidaknya dari yang sebelumnya. Itu berarti, inilah waktu yang tepat untuk memulai banyak hal baru.

Masalahnya, semakin lama menunggu untuk membuat keputusan, segalanya bisa makin runyam. Dan tentu saja, itu bisa makin menyakitkan bagi kedua pasangan. Jangan sampai sekembalinya dari liburan langsung disambut masalah pelik. Lalu apa artinya liburan jika harus mendapati masalah yang sama!

Hubungan bisa berakhir lebih dramatis saat liburan. Jadi, ketika keputusan sudah dibuat, selalu jujur pada perasaan dan selalu ingat tentang ini. Momen liburan bisa dimanfaatkan sekaligus sebagai aktivitas untuk melangkah maju dan melupakan memori buruk yang pernah ada.

Pengalaman baru, permulaan baru

Putus cinta memang bisa memberi dampak negatif pada siapapun. Tapi sebenarnya, ada juga dampak positif yang sayangnya tak banyak diketahui. Bisa jadi, mungkin lebih tak enak lagi jika tetap bersama. Pertama, karena itu bisa membuat stress. Kedua, itu mengganggu aktivitas liburan.

Satu hal positif saat putus cinta sebelum musim liburan dimulai, tentu saja pengalaman baru. Saat sendiri, siapapun lebih leluasa untuk membuat kontak sosial dengan yang lain. Tak ada beban yang harus ditanggung, karena memang tak ada seseorang yang harus dipedulikan.

Waktu bersama keluarga jadi lebih banyak, dan itu sisi positif lain yang bisa datang dengan sendiri. Pengalaman baru akan tercipta, karena semua bisa dinikmati seorang diri. Dan pastinya, ungkapan ‘waktu adalah penyembuh yang hebat’ masih akan menyertai.

Tujuan dari liburan salah satunya untuk melepas penat dan mendapat pengalaman baru. Dan pengalaman baru, berarti permulaan baru. Seharusnya, ini yang harus dilakukan siapapun saat mengetahui kondisi kehidupan cintanya mulai memburuk.

Liburan adalah saatnya refleksi dan introspeksi. Suasana baru bisa membuat dua hal ini mudah dicapai setelah masa yang melelahkan akibat hubungan yang abu-abu. Tak ada yang benar-benar menyakitkan jika masa berkabung cinta diisi dengan musim liburan yang terlupakan.

Leave a Response