Friday, September 25, 2020
TechTechnology

7 Mitos Tentang Teknologi yang Tak Harus Dipercaya

Ini teknologi, bukan tempat angker di belakang rumah. Jadi, jangan ada mitos diantara kita!

Concept of technology and future, microchip interconnected
610views

Tak ada yang bisa menyangkal peran teknologi pada era modern seperti sekarang. Teknologi memang merubah semuanya, beragam aspek kehidupan setidaknya sudah terbantu lewat berbagai perangkat yang ada. Dan karenanya, teknologi begitu dipercaya karena bisa diandalkan.

Teknologi yang makin canggih juga punya dampak sendiri lewat hadirnya beberapa mitos yang belum tentu benar. Sayangnya, ada banyak hal tentang teknologi yang salah dipercaya. Tentu saja ini pasti membingungkan, meski sudah kadung dipercaya banyak orang.

  1. AI akan mengambil alih pekerjaan

Hilangnya jenis pekerjaan tertentu memang tampak menakutkan bagi kebanyakan. Tapi coba sedikit mengingat masa lalu saat pesawat terbang dibuat. Bukankah itu bisa mengancam pekerja di bidang kereta api? Faktanya tidak, keduanya bisa sama-sama jalan.

Penting untuk diingat, hadirnya teknologi baru pasti akan memberi peran baru bagi banyak orang, dan itu berarti lapangan kerja baru serta pertumbuhan ekonomi. Semua pasti mendapat peran, dengan catatan mampu adaptasi sesuai kapasitas dan kebutuhannya.

  1. Memutus langganan bisa hemat uang

Ini seperti klise, dan lebih bagus jika disebut mitos. Ini semua tentang manajemen keuangan yang diterapkan, dan tergantung seberapa hemat pengeluaran bulanan. Apa dengan tak berlangganan TV kabel, internet, dan telepon, pengeluaran jadi lebih hemat.

Bahkan, biaya berlangganan akan masil lebih murah dibanding membeli paket data dan langganan TV berbayar secara terpisah. Meski jika harganya sama, fasilitas yang diberikan pasti beda. Dan kemungkinan lebih lengkap jika mengambil paket langganan.

  1. Selancar dengan mode privat lebih aman

Aturan utama, tak ada yang benar-benar aman di internet. Sementara ini, mitos yang paling banyak dianut pengguna internet yaitu jelajah internet jadi lebih aman jika dalam mode privat. Ini karena semua riwayat berselancar tak akan disimpan di ‘history’.

Tapi, apa karena hanya tak dicatat semua jadi aman? Tidak, itu hanya pada peramban. Penyedia layanan internet, pemilik konten, bahkan pihak lain tetap bisa mengintip. Tapi add-on blokir, VPN pribadi, dan beberapa trik tertentu bisa sedikit menambah keamanan.

  1. Produk terbaru selalu yang terbaik

Perangkat apapun yang keluar hari ini belum tentu lebih baik dari perangkat hari kemarin. Meski unggul dari sisi perangkat lunak, tapi pabrikan kadang mengurangi kualitas hardware untuk menutup biaya produksi yang besar. Contoh paling mudah yaitu iPhone X.

Dari sisi software, tak ada yang bisa mengalahkan dan dinilai sebagai yang terbaik. Tapi tidak dari sisi material pembuatnya. Smartphone seharga motor ini rentan pada cuaca dingin dan punya bodi belakang yang mudah retak dibanding seri sebelumnya.

  1. Mengisi daya hingga 100 persen itu memperpendek umur baterai

Tak akan terjadi apa-apa jika mengisi daya hingga 100 persen penuh. Buat apa pabrikan membuat kapasitas 100 persen jika tak boleh diisi sampai penuh. Bahkan, sangat tak dianjurkan untuk mencabut pengisian daya sebelum kapasitas baterai penuh.

Jangan tunggu ponsel mati karena baterai kosong baru diisi daya. Perlakuan seperti ini malah bisa merusak siklus hidup baterai. Justru, pengisian optimal dilakukan saat baterai 30-60 persen. Di bawah kisaran ini, ponsel fokusnya terbagi antara mengisi dan mengolah aplikasi.

  1. Merasa tak layak jadi target kejahatan siber

Yang juga banyak dipahami yaitu merasa bukan target layak untuk penjahat siber. Ini adalah salah besar. Faktanya, semua pengguna internet adalah target. Dan justru orang tak acuh seperti ini merupakan target empuk untuk para penjahat dunia maya.

Alat digital yang dipakai peretas bisa mengenai siapapun, dan semua terjadi secara otomatis. Sekalipun data tak terlihat ada gunanya, tetap saja akan dicuri. Data ini bisa saja dijual pada pihak tertentu, atau dimanipulasi untuk kepentingan lain.

  1. Metode penyimpanan cloud ada di langit

Untuk yang melek teknologi, mereka tentu sudah tahu apa itu cloud. Tapi untuk pengguna awam, kebanyakan berpikir kalau metode penyimpanan cloud itu ada di awan. Padahal, ini lebih seperti metafora, yang merupakan layanan penyimpanan berbasis komputasi.

Contoh mudah, dokumen laporan biasanya disimpan di laptop, dan saat butuh untuk presentasi, laptop tertinggal di rumah. Jika saja dokumen laporan disimpan di cloud, maka file ini bisa diakses dari manapun selama terhubung ke internet meski laptop tertinggal.

 

Leave a Response