Business

Jenis Kesalahan Umum yang Paling Sering Terjadi di Kantor

Sering dilakukan tapi tak pernah sadar, ini daftar kesalahannya.

business, people and technology concept - businesswoman with computer working at office
360views

Sangat manusiawi kalau sesekali berbuat salah di kantor, tapi menjadi tak wajar jika kesalahan sering dilakukan seperti hobi. Tak mudah untuk bisa diterima kerja di kantor, dan peluang seperti ini harusnya tak disia-siakan. Itu berarti, harus belajar menjadi sempurna saat di kantor.

Biarpun begitu, ada beberapa kesalahan paling sering dilakukan saat bekerja di kantor. Dari mulai yang ringan sampai berat, semua pekerja rasanya pernah melakukan kesalahan. Hukuman yang diterima bisa bervariasi, mulai sanksi sosial, pemotongan gaji, hingga dikeluarkan.

  1. Mengirim email ke alamat yang salah

Entah karena alasan apapun, beberapa pekerja sering kedapatan salah kirim email. Kesalahan seperti ini seringnya terjadi di kantor modern yang tiap hari mengirim puluhan email. Selain salah kirim, tata bahasa yang tak jelas juga jadi masalah lain.

Email tentu saja bisa mempercepat laju informasi yang dikirim, tapi itu bisa berarti sebaliknya. Dan jika memang salah kirim email, pengakuan dengan sikap professional itu penting. Sikap minta maaf bisa berupa ‘Saya minta maaf, email ini ditujukan untuk orang lain’.

  1. Lupa dengan tenggat waktu

Tiap apapun yang dikerjakan di kantor pasti butuh tenggat waktu, dan abai pada hal ini berarti konsekuensi besar. Pelanggaran tenggat waktu bisa menjadi cerminan negatif dari sikap pekerja. Mungkin tak sampai hilang pekerjaan, tapi atasan bisa hilang kepercayaan.

Memulihkan kesalahan seperti ini tak mudah. Meski email lebih mudah dipakai untuk menyampaikan maaf, tapi itu bukan metode komunikasi yang baik. Pada banyak kasus, jauh lebih mudah untuk pulih dari kesalahan ini dengan percakapan langsung atau telepon.

  1. Menggunjing atasan

Rasanya, tiap pekerja pernah melakukan kesalahan seperti ini. Makin fatal jika kesalahan seperti ini mengambil tempat di kantor dan bersama dengan rekan kerja. Seharusnya, pilih siapa yang bisa menjadi tempat curhat saat punya masalah di kantor.

Menggunjing atasan dengan rekan kerja jelas bisa membahayakan karir. Tak ada yang bisa pulih dari kesalahan ini, jelas, karena atasan tak butuh pekerja seperti ini lagi. Pilih orang terdekat, itu bisa berarti pasangan, sahabat, atau bahkan piaraan di rumah.

  1. Fasilitas kantor untuk pribadi

Memakai perlengkapan kantor untuk mencetak atau menyalin apapun pasti tak memakan biaya. Atau, memakai mobil dinas untuk keperluan jalan-jalan. Tapi ini pasti bertentangan dengan kebijakan perusahaan, dan bisa membuka lebar pintu keluar.

Hukuman atas kesalahan ini bisa sangat berat, dan mungkin saja dikeluarkan. Jika memang tak disertai alasan jelas dan tak mendapat ijin, sebaiknya hindari masalah ini. Lebih baik pergi ke tempat fotokopi atau sewa mobil jika itu membantu kelangsungan karir.

  1. Bicara sampah di media sosial

Media sosial biasanya jadi ajang curhat, tapi beberapa pekerja kadang kelewatan. Ungkapan tak penting seperti benci pekerjaan atau ingin berganti karir, bisa membuat bahaya karir. Apalagi, perusahaan sekarang memakai media sosial sebagai parameter.

Tapi jika curhat di akun pribadi sudah jadi hobi dan tak bisa dihindari, coba manfaatkan fitur ‘blockir’ atau ‘hide’. Sedikit agak susah memang, tapi itu perlu jika tak ingin dapat masalah dari perusahaan. Apapun itu, baiknya jangan curhat di tentang karir.

  1. Percaya pada siapapun

Sebagai orang baru di kantor, penting untuk memilih rekan kerja yang satu pemikiran. Sudah pasti, di tiap instansi apapun pasti ada pro dan kontra tentang satu kebijakan. Jika salah pilih, tak cuma reputasi yang dipertahukan, tapi juga kelangsungan karir.

Tak peduli seberapa baik kinerja yang dilakukan, jika tak tahu siapa atasan yang berperan, itu bisa membunuh karir. Percaya pada rekan kerja yang salah, itu bisa memberi skenario paling buruk, yaitu pemecatan. Mengikuti atasan mungkin jalan tengah terbaik.

  1. Tak punya pengendalian diri

Kantor yang lebih modern sering membuat acara tertentu sebagai sikap apresiasi pada para pekerja. Itu bisa seperti pesta kecil, pensi, atau acara lain. Lingkungan seperti ini bisa membuat pekerja saling terhubung, dan perusahaan akan jadi lebih solid.

Masalahnya, beberapa pekerja kadang lepas kendali saat ada di pesta seperti ini. Kadang, pekerja menganggap semua yang datang ke acara bisa diperlakukan sama, termasuk para atasan. Jika tak ingin karir berakhir cepat, selalu kendalikan diri.

 

Leave a Response