Saturday, August 15, 2020
Financial

Uang Sebenarnya Bisa Membeli Kebahagiaan, Begini Caranya

Tak ada lagi istilah uang bukan segalanya, ini penjelasannya

Euro Money Banknotes Photo Background. European Union Currency.
522views

Uang, sebanyak apapun itu, tak akan bisa membeli kebahagiaan. Tapi bagaimana kalau pernyataan ini dibalik, uang bisa membeli kebahagiaan, apapun itu. Mari berpikir lagi, uang memang bukan segalanya di dunia ini, tapi tanpa uang kita tak bisa melakukan segalanya.

Jadi, itu semacam klise jika uang tak bisa membeli kebahagiaan. Bahkan, apapun di dunia ini, sumbernya adalah uang. Coba sedikit jujur, apa jadinya para orang kaya jika tak punya uang. Mereka tak akan jadi apa-apa, apalagi di era yang makin materialistis ini, uang berada di atas segalanya.

Logisnya, dengan memiliki uang, barang yang diidamkan bisa dibeli dengan mudah. Bukankah itu semacam kebahagiaan yang bisa diberikan oleh uang? Jadi, pernyataan seperti ‘uang tak bisa membeli kebahagiaan’ itu sudah tak relevan lagi untuk masa sekarang ini.

Jika tak percaya, sebuah studi paling baru yang dilakukan di Inggris menunjukkan hal ini. Peneliti sudah mengalisis sebanyak 76 ribu transaksi pembelian yang dilakukan 625 orang dengan rentang waktu enam bulan. Transaksi pembelian ini lalu dikelompokkan menurut sifat dan kepribadian.

Misalnya, pembelian yang melibatkan makan di restoran bisa dikaitkan dengan pribadi yang ekstroversi, orang yang mudah bergaul dan ramah. Sementara pembelian yang melibatkan hewan peliharaan atau amal dikaitkan dengan pribadi yang penyayang dan peduli sesama.

Setelah itu, responden diminta menyelesaikan tes kepribadian dan survei kepuasan hidup. Satu hasil riset membuktikan kalau orang akan cenderung menghabiskan uang dengan cara mereka masing-masing dan sesuai tipe kepribadian. Jumlah pengeluaran juga diukur pada survei ini.

Misalnya, orang dengan pribadi ekstrovert lebih banyak membelanjakan uang sebesar 73 dolar di pub dalam satu tahun daripada orang introvert. Orang dengan karakter disiplin menghabiskan lebih banyak 174 dolar untuk keperluan kesehatan dibanding orang yang tak punya disiplin.

Laporan dari penelitian juga menyebut kalau peserta yang melakukan pembelian lebih banyak sesuai tipe kepribadian melaporkan kalau tingkat kepuasan hidup meningkat lebih tinggi daripada mereka yang membeli tapi tak sesuai dengan karakter kepribadian mereka.

Kepuasan hidup yang meningkat bisa berarti banyak hal. Dari segi kesehatan, penyakit akan lebih enggan untuk datang. Dari sisi spiritual, orang seperti ini akan lebih sering bersyukur. Hasil akhirnya, umur akan menjadi lebih panjang dibanding orang yang tak puas dengan hidupnya.

Dilihat dari aspek perilaku, peneliti menemukan hubungan lemah antara uang dan kesejahteraan secara keseluruhan. Meski begitu, efek yang ditimbulkan bisa berpengaruh pada banyak hal seperti yang sudah disebut. Studi ini juga mengambil sampel dari data bank untuk kemudian diolah.

Hasilnya, pengeluaran bisa meningkatkan kebahagiaan saat uang dihabiskan untuk membeli barang atau jasa sesuai dengan tipe kepribadian yang bisa memenuhi kebutuhan psikologis. Sebagai tambahan, pengeluaran yang dimaksud tetap dilakukan secara terkontrol.

Pada percobaan kedua, peneliti memberi peserta sebuah hadiah berupa tiket gratis ke toko buku atau ke bar. Sama-sama mengambil hadiah ke bar, orang tipe ekstrovert terlihat lebih bahagia dibanding orang introvert. Kondisi ini juga berlaku sebaliknya saat pergi ke toko buku.

Orang introvert terasa lebih bahagia bisa berada di toko buku, sedang ekstrovert merasa tak nyaman di tempat seperti ini. Situasi ini bisa menjadi semacam pembenaran dari survei pertama, yaitu orang akan bahagia jika bisa menghabiskan uang dengan cara yang mereka sukai.

Studi pertama menunjukkan hubungan antara membeli sesuatu yang menghasilkan kebahagiaan, dan studi kedua menunjukkan kalau menghabiskan uang dengan cara yang sesuai kepribadian bisa lebih meningkatkan kebahagiaan. Begitu kesimpulan dari dua studi mengenai uang.

Sebenarnya, memahami dengan baik antara hubungan uang dan bahagia bisa lebih personal. Artinya, ini tergantung pada karakter individu yang pintar memanfaatkan uang demi mendapat kebahagiaan. Bahagia bisa didapat dari pembelian kecil yang dibuat tiap hari.

Jadi, baik secara langsung atau tidak, uang sebenarnya bisa membeli kebahagiaan. Dengan membayar nominal tertentu, kita mendapat sesuatu yang diinginkan. Siapa orangnya yang tak bahagia jika mendapat sesuatu yang diingini. Dan itu merupakan bentuk kebahagiaan paling kecil.

Leave a Response