Friday, September 25, 2020
TechTechnology

Ponsel Jadi Lemot? Bisa Jadi Itu Tanda Smartphone Sudah Diretas

Ini tanda-tanda kalau smartphone diretas, lain kali lebih waspada ya!

Portrait of tired young businessman typing on cellphone at cafe.
433views

Jika berpikir smartphone benar-benar zona pribadi, itu salah besar. Baik Google, Apple, RIM, dan vendor ponsel lain, merupakan beberapa pihak yang bisa melihat semua isi smartphone. Ini karena tiap file dalam smartphone akan disimpan di database pusat yang dikelola vendor langsung.

Beda hal jika yang melihat isi smartphone merupakan orang yang tak berhak, atau diretas. Masalahnya, peretasan smartphone makin sering terjadi, dan tak semua pemilik ponsel sadar ini. Sejauh ini, tak ada ponsel apapun yang tak bisa diretas.

Kenali tiap tanda-tanda aneh yang muncul pada smartphone. Sebagai pemilik, pasti akan lebih tahu jika ada tanda-tanda tak lazim seperti saat smartphone mulai lemot. Semisal, saat mengetik, tulisan pada layar terlalu lama muncul. Dan itu bisa jadi tanda kalau smartphone diretas.

Bagaimana smartphone bisa diretas?

Tak terhitung berapa banyak peretas yang muncuk tiap hari dengan ide-ide nakalnya. Peretas punya banyak cara untuk mencuri isi smartphone. Dari mulai yang sederhana sekali, hingga yang sedikit rumit yang melibatkan urutan kode tertentu dan memanfaatkan bug smartphone.

Tak ada yang aman di dunia online. Peretas bisa memanfaatkan ketakutan pemilik ponsel untuk menyerang. Cara usang yang masih berhasil, melalui aplikasi seperti Spyera, Spyzie, Spy Phone Apps, dan lainnya. Harusnya, aplikasi ini membantu mengatasi peretasan, tapi justru sebaliknya.

Ada juga lewat wifi publik yang tak dilindungi password, misalnya wifi kafe atau bandara. Saat memakai koneksi seperti ini, yang terjadi yaitu pengguna sebenarnya berbagi data dengan pengguna lain di area itu. Dan itu berarti file pribadi bisa diintip dari server wifi di tempat itu.

Bahkan, kabel USB tertentu bisa menjadi alat peretas. Ada kemungkin data dalam ponsel juga akan dipindah saat memakai kabel data sembarangan. Memang, yang paling bagus dan aman yaitu tetap memakai kabel original yang disertakan di kemasan produk saat membeli.

Trik lama yang masih dilakukan peretas yaitu mengirim SMS atau email phishing dengan link ke alamat tertentu. Pesan seperti ini terlihat penting, dan karena itu banyak pengguna membuka. Tapi ketika dibuka, program jahat otomatis berjalan pada ponsel dan peretasan dimulai.

Dari cara yang sedikit lebih sulit, ada pada sistem sinyal ponsel bernama SS7. Tiap ponsel apapun pasti dilengkapi teknologi ini, karena diperlukan untuk mengirim dan menerima sinyal. Sayangnya, peretas bisa memanfaatkan ini untuk membaca SMS atau menguping pembicaraan.

Apa tanda-tanda kalau smartphone sudah diretas?

Baterai ponsel yang cepat habis bisa karena apa saja, tapi jika baterai terlalu cepat habis meski dipakai normal, patut ada yang dicurigai. Ini bisa saja terjadi tanpa pemilik tahu, kalau ada aplikasi aneh berjalan. Aplikasi ini mungkin sedang memindah data, karenanya daya ponsel cepat habis.

Tanda lain yaitu ponsel cepat panas, padahal tak dipakai main game atau yang lain. Bisa jadi sebabnya sama, aplikasi jahat sedang berjalan di sistem ponsel. Smartphone kadang juga me-restart sendiri tanpa diminta, membuka aplikasi sendiri, bahkan tiba-tiba mengetik sendiri.

Semua kondisi ini harus diwaspadai, termasuk jika ada nomor aneh di daftar panggilan. Jika saat melakukan panggilan ada semacam ekho atau desis aneh, itu juga bisa menjadi tanda kalau ponsel sudah diretas. Ada begitu banyak tanda, dan hanya sikap waspada yang bisa menyelamatkan data.

Bagaimana cara melindungi smartphone?

Begitu banyak cara meretas ponsel, dan juga perlu banyak cara untuk menangani. Jika mendapat pesan berisi link tak lengkap, hindari untuk membuka. Saat daya ponsel habis dan ingin mengisi di tempat umum, pilih mode ‘charging only’ saat sudah terhubung.

Selanjutnya, matikan koneksi otomatis pada wifi publik, dan alihkan ke cara manual. Lalu matikan fungsi ‘remember password’. Masih tentang wifi, hindari jaringan wifi dengan nama yang mencurigakan, misalnya Freeinternet atau Wififree. Jika sedang di kafe, baiknya tanya dulu.

Pilih jaringan wifi yang memakai password untuk bisa terhubung, dimanapun itu. Yang paling penting, jangan transaksi apapun atau mengirim uang lewat wifi publik. Meski membuat ponsel jadi berat, tapi memasang antivirus terpercaya bisa melindungi smartphone dari kemungkinan diretas.

Leave a Response