Wednesday, January 22, 2020
BusinessLife

Cermati Alasan ini Sebelum Kamu Memutuskan Menjadi Freelancer

Focused woman with laptop computer drinking coffee and doing business or study in a cafe.
424views

Entah kenapa pekerjaan sebagai freelancer menjadi begitu booming beberapa tahun belakangan ini. semua orang berlomba untuk menjadi freelancer sukses dan meraup rupiah sebanyak-banyaknya. Kemudahan dalam bekerja memang menjadi salah satu magnet dari pekerjaan ini. Tapi sebenarnya tidak sembarang orang bisa menjadi freelancer lho. Kamu harus siap mental dan fisik sebelum benar-benar terjun ke dunia ini. Selain itu sebenarnya ada 3 alasan atau hal lain yang mungkin bisa kamu ketahui sebelum benar-benar memutuskan menjadi freelancer.

  1. Tidak Memiliki Slip Gaji

Baiklah, hal pertama yang harus kamu ketahui dari pekerjaan ini adalah tidak adanya slip gaji. Jadi dengan menjadi freelancer, kamu gak bisa merasakan berbagai kenyamanan yang ditawarkan oleh slip gaji seperti kredit rumah dan lain sebagainya. Faktanya banyak orang Indonesia yang kesulitan untuk hidup tanpa slip gaji. Mengingat slip gaji selalu menjadi salah satu syarat utama dalam mengajukan apapun. Bahkan anak sekolah yang mengajukan bantuan biaya pendidikan saja, perlu melampirkan slip gaji milik orang tua lho hehehe..

  1. Tidak Bisa Membuat Kartu Kredit

Alasan kedua yang harus kamu perhatikan adalah ketidakbisaan seorang freelancer mengajukan kartu kredit. Kasarnya, pekerjaan freelancer akan menjauhkan kamu dari yang namanya perkreditan. Bagus kan? Tapi kenyataannya banyak juga orang Indonesia yang tidak bisa lepas dari kredit. Jadi jika kamu berminat memiliki kartu kredit dan nyicil KPR, kredit motor dan lain sebagainya sebaiknya kubur keinginan menjadi seorang freelancer.

  1. Dianggap Pengangguran

Alasan ketiga ini benar-benar sudah menjadi makanan sehari-hari saya. Bekerja sebagai freelancer membuat saya jarang keluar rumah karena padatnya deadline. Ini membuat para tetangga dan orang sekitar menganggap saya pengangguran. Pada poin ini kamu harus menyiapkan mental karena gunjingan tetangga biasanya lebih menyakitkan daripada kehilangan kesempatan mendapatkan sebuah project.

Intinya apapun pekerjaan kamu, entah freelancer atau karyawan perusahaan. Semua sudah diatur rezekinya oleh Tuhan. Kamu hanya perlu berusaha dan berdoa. Jangan pedulikan omongan orang lain, asal sejauh ini kamu mampu menghasilkan uang dan membiayai hidupmu. Bravo freelancer!!

Leave a Response